Ngobrol Santai

Sang suami itu gusar, mendapati gurauan isteri dalam beberapa hari belakangan.
Sudah hampir sebulan, isterinya membicarakan masalah p*li*a*i saat-saat sedang berduaan, mulai dari guyonan sampai sindiran agar suami menambah pasangan, jika memang berniat.
Biasanya sang suami hanya tersenyum dan tidak banyak komentar dengan ucapan isteri, namun kali ini dia mencoba menanggapi.
(S) : Mi, emang kenapa koq dari kemarin ngomongin masalah ta'addud, emang seneng Abi nambah?
(I) : ya siapa tahu Abinya pengin, kan daripada sembunyi-sembunyi mending terbuka, iya toh?
(S) : Lha, Abi kan bukan model gitulah, boro-boro mikir, emangnya Abi kelihatan pengin gitu?
(I) : Nggak sih, tapi kan banyak juga Bapak-Bapak yang kelihatan tenang, diem, dan anteng, eh tiba-tiba ketahuan nikah lagi, he he...
(S) : Hmm... Perasaan kemarin pas kita LDR, nggak pernah deh ngomongin beginian? Aneh deh Umi
(I) : Kan di tempat tugas yang kemarin ndak banyak temen wanita, beda di sini, banyak kan yang lebih muda dan cantik-cantik lagi.
(S) : walah, *tepok jidat
Hati-hati menangkap isyarat dan pernyataan wanita, adakah itu sindiran, kekhawatiran, cemburu, dorongan atau bikin GR saja? Cek seberapa sensitifkah Anda 

Komentar

Postingan populer dari blog ini